Home > Review > Awas, Mendengkur Bisa Membunuhmu!

Awas, Mendengkur Bisa Membunuhmu!

Awas, Mendengkur Bisa Membunuhmu!

Malam hari ibarat jam biologis bagi kita untuk beranjak ke peraduan. Dengan tidur, kita melepas segala kepenatan, meregenerasi sel-sel tubuh, dan mengumpulkan energi untuk beraktivitas esok hari. Namun, bagi Winarno, tidur nyenyak merupakan saat berharga yang sulit diraih.

Hampir tiap malam, pria paruh baya ini terganggu tidurnya. Setiap kali tidur, ia mendengkur alias ngorok dengan bunyi keras. Kebisingan suara dengkurannya ini sering mengundang protes orang sekitarnya, terutama keluarga dan teman, yang terganggu tidurnya.

Selain mendengkur, belakangan ia juga kerap berhenti bernapas saat tidur. Dalam setahun terakhir, ia sering merasa tercekik dan sesak napas terutama saat sore hari. “Setiap kali nonton teve, saya selalu sedia nasi atau makanan panas. Jadi, kalau tiba-tiba sulit bernapas, saya langsung menelan makanan panas biar sedikit lega,” ujarnya.

Ia pun makin sulit memulai tidur. Ketika akhirnya bisa tidur, ia berulang kali terbangun lantaran mendadak sulit napas. Tenggorokannya pun terasa kering dan kalau meludah kadang disertai bercak darah. Akibatnya, saat pagi datang, ia malah merasa lesu, tidak bugar dan mudah mengantuk.

Atas saran ahli saraf, ia kemudian berobat ke Klinik Mendengkur Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ternyata, ia didiagnosis menderita henti napas saat tidur (obstructive sleep apnea/OSA). Masalah ini ternyata mengganggu efektivitas pengobatan penyakit jantung koroner yang dideritanya. Untuk itu, ia dianjurkan mengurangi berat badan dan menjalani operasi untuk mengatasi OSA.

OSA merupakan berhentinya aliran udara pernapasan selama sepuluh detik atau lebih pada saat tidur akibat jalan napas tersumbat. OSA ditandai, antara lain, dengan kolaps dan terjadi sumbatan sistem saluran napas atas saat tidur dan terkait masalah tidur seperti mendengkur. “OSA dan mendengkur membahayakan jiwa sehingga disebut pembunuh diam-diam,” kata Ketua Departemen THT FKUI-RSCM dr Umar Said Dharmabakti.

Meski sempat diliputi rasa takut, pria yang sehari-hari bekerja sebagai paramedis di Klinik DPR, Senayan, ini akhirnya tidak tahan dengan masalah yang dideritanya dan memutuskan menjalani terapi bedah. Pada operasi pertama, sumbatan yang menutupi sebagian jalan napas dibuka. Tiga bulan berselang, ia menjalani operasi kedua untuk mempersempit bagian lidahnya yang terlalu lebar.

Kini, rasa tercekik atau sulit bernapas yang dulu kerap dialaminya telah lenyap. Suara dengkurannya pun telah berkurang drastis sehingga tidak lagi mengganggu tidur orang-orang di sekitarnya. Ia pun bisa tidur nyenyak tanpa terganggu oleh henti napas dan bisa beraktivitas secara normal sepanjang hari. “Kerja jadi lebih konsentrasi tidak mudah mengantuk,” tuturnya. [facebook]

Advertisements
Categories: Review
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: