Home > Review > Ngorok Picu Disfungsi Ereksi

Ngorok Picu Disfungsi Ereksi

Mendengkur atau Ngorok adalah bunyi berisik udara yang kita hirup saat tidur. Bunyi ini timbul karena udara tidak bebas mengalir melalui mulut ataupun hidung.

Ada beberapa hal yang menyebabkan udara yang keluar masuk lewat saluran napas ini tak lancar. Pertama, karena alergi musiman, flu misalnya, hingga hidung tersumbat lendir. Kedua, akibat adanya pembengkakan pada tonsil atau adenoid, yaitu kelenjar yang terletak di bagian dalam kepala dekat dengan saluran napas, yang disebabkan oleh infeksi karena bakteri.

Jika seseorang mendengkur, yang harus diperhatikan adalah adanya gangguan tidur serius yang dikenal dengan OSA. Gangguan OSA merupakan berhentinya aliran udara pernapasan selama sepuluh detik atau lebih pada saat tidur.

Kejadian ini menimbulkan sejumlah komplikasi berbahaya, di antaranya penyakit hipertensi, jantung koroner, stroke, bahkan bisa menyebabkan kematian mendadak. Hal inilah yang menyebabkan mendengkur menjadi sesuatu yang perlu dicermati dan diwaspadai.

Selain dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya, menurut studi yang ada, mendengkur dan OSA dapat meningkatkan risiko hipertensi hingga tiga kali. “Kondisi seperti ini akibat berkurangnya asupan oksigen. Saat napas Anda tidak berjalan semestinya, kadar oksigen dalam darah akan berkurang. Akibatnya jantung akan bekerja keras dan tekanan darah naik. Dalam jangka lama, Anda akan kena hipertensi,” ungkap Dr. Syahrial MT, Sp.THT, dari Departemen THT RSCM.

OSA juga meningkatkan risiko penyakit koroner dan stroke hingga dua kali lipat. “Bahkan, OSA dapat memicu terjadinya ganggguan reproduksi dan seksual penderitanya,” ujarnya.

Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Menurut Dr. Syahrial, jika tubuh kekurangan oksigen, pembuluh darah di seluruh tubuh ikut terganggu dan menyebabkan aliran darah tidak lancar. Termasuk aliran pembuluh darah yang menuju ke bagian penis, yang bisa mengakibatkan gangguan ereksi. Kualitas sperma yang dihasilkan oleh pria juga menurun.

Kurang tidur karena gangguan OSA dapat pula menyebabkan penderitanya hilang konsentrasi, mudah marah, dan menurunkan gairah. “Jika hal tersebut terjadi, secara tidak langsung gairah untuk melakukan aktivitas seksual pun sirna,” katanya.

Pada kasus Winarno, gangguan OSA mengganggu pengobatan jantung yang sedang dijalaninya. “Jika selama ini banyak orang menganggap mendengkur hanyalah masalah sepele, sebaiknya mulai waspada. Mendengkur dan OSA dapat membahayakan jiwa sehingga disebut silent killer,” kata Dr. Umar Said Dharmabakti, Ketua Departemen THT FKUI-RSCM.

Disayangkan olehnya, kebanyakan orang tidak tahu tentang penyakit ini. “Jika sulit bernapas atau merasakan sesak di dada, dikira mengidap sakit jantung. Jika kepala sering pusing, dianggap tanda mengidap tekanan darah tinggi,” ujar Dr. Umar. [dechacare]

Advertisements
Categories: Review
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: